Skip to main content

Budidaya Tomat dalam Polybag



Tips Wirausaha - Tomat sangat mudah dijumpai di pasaran, Anda bisa mendapatkannya berbagai jenis tomat seperti tomat buah, tomat gondol (tomat yang digunakan sebagai bahan saus), tomat sayur serta tomat cherry yang mempunyai bentuk kecil dan rasanya manis kecut.Meski buah tomat sangat mudah didapat di pasar atau kios dan harganya pun tidak terlalu mahal, tidak ada salahnya bukan untuk menanam sendiri buah tomat di pekarangan rumah kita. Selain bisa dijadikan sebagai hobi tentu tomat yang dihasilkan dengan budidaya sendiri lebih terjaga kebersihannya serta tidak banyak terkena pestisida. Nah, jika Anda berminat menanam atau budidaya tomat dalam pot atau polybag Anda bisa mengikuti petunjuknya.
Cara Menanam Tomat Dalam Pot atau Polybag
Cara Menanam Tomat Dalam Polybag

Untuk menanam tomat kamu harus menyiapkan tanah yang subur dan gembur dengan pH berkisar 5,5 sampai 7. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di berbagai media tanam seperti lahan terbuka, hidroponik, taman, serta media pot atau polybag. Ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk bisa menanam tomat dalam pot atau polybag.

Pemilihan Jenis Bibit Tomat
Jenis Tomat yang Akan Dibudidaya

Tahap paling penting dalam budidaya tomat adalah memilih bibit serta jenis tanaman tomat yang akan ditanam. Jadi Anda harus mengetahui jenis tomat apa saja yang ada di pasar. Untuk mengetahui jenis tomat kita bisa melihat dari bentuk tomat tersebut.

Tomat buah memiliki bentuk bulat, dengan pangkal mendatar sedangkan tomat gondol mempunyai bentuk lonjong dan biasanya dipakai sebagai bahan baku saus. Tomat sayur memiliki tekstur yang keras dan rasanya sedikit asam, selain itu ada tomat cherry yang memiliki bentuk kecil serta rasanya manis kecut.

Cara budidaya tomat dalam pot atau polybag tidaklah sulit. Langkah awal Anda bisa memilih jenis tomat yang akan ditanam. Sesuaikan lokasi tempat menanam dengan jenis tomat yang akan dipilih, terutama dengan kondisi iklim serta ketinggian tempat untuk menanam tomat. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal Anda bisa membeli bibit tomat di tempat yang sudah terpercaya. Anda bisa mendapatkannya di toko-toko pertanian, jangan lupa membaca keterangan yang ada pada label benih untuk mengetahui sifat-sifat tanaman tersebut.

Penyemaian benih tomat
Budidaya Benih Tomat
Cara membudidayakan tomat dalam pot atau polybag harus melewati tahap persemaian lebih dahulu. Benih yang masih berupa biji harus disemai menjadi bibit yang unggul. Hal ini dilakukan karena benih tomat yang baru tumbuh membutuhkan perlakuan berbeda dengan tanaman yang sudah tumbuh besar.

Siapkan tempat dan media yang diperlukan untuk penyemaian bibit. Pilihlah tempat penyemaian yang terlindung dari hujan dan juga sinar matahari langsung. Anda bisa membuat tempat persemaian berupa rak semai, bedengan atau polybag semai.

Untuk menyemai bibit tomat dalam bedengan, buatlah larikan di atas bedengan dengan dalam 1 cm dan jarak antar larikan 5 cm. Kemudian Anda bisa menanam benih tomat di setiap larikan dengan jarak 3 cm. Tutp permukaan larikan dan siram dengan air secukupnya.

Jika Anda menyemai bibit menggunakan pot atau polybag, isi polybag dengan media tanam penyemaian. Benamkan bibit tomat sedalam 1 cm ke dalam media tersebut. Setelah itu tutup permukaannya dan siram air seperlunya. Untuk penyemaian benih tomat menggunakan polybag, 1 polybag cukup diisi 1 benih saja.

Setelah bibit ditanam di media tanam selanjutnya lakukan perawatan dengan menyiram benih tomat setiap 2 hari sekali menggunakan gembor yang halus. Pada saat penyiraman lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak permukaan persemaian.

Setelah bibit berusia 2 minggu pemupukan bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk cair, pupuk kompos, pupuk NPK. Selain itu penyiangan juga harus dilakukan agar tidak ditumbuhi gulma dalam polybag. Bibit tomat sudah bisa dipindahkan ke dalam polybag setelah berusia 30 hari atau setidaknya sudah memiliki 5 helai daun.

Cara memindahkan bibit tomat
Memindahkan Bibit Tomat
Setelah benih tanaman dalam penyemaian tumbuh cukup besar saatnya untuk memindahkannya ke dalam media tanam yang lebih besar. Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum memindahkan bibit tomat adalah menyiapkan media tanam dan pot atau polybag. Isi polybag dengan media tanam seperti tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1. Untuk memindahkan bibit semai ke dalam polybag bisa dilakukan dengan 2 cara.

Pertama memindahkan bibit tomat dengan cara dicabut. Caranya, terlebih dahulu siram media penyemaian dengan air agar tanahnya menjadi lunak. Setelah itu cabut bibit dengan hati-hati jangan sampai akar bibit putus atau rusak. Kemudian masukan bibit tadi ke dalam media tanam secara tegak lurus pada lubang tanam pada pot atau polybag.

Perhatikan posisi akar, atur agar posisi akar saat dimasukan ke dalam media tanam tegak lurus jangan sampai terlipat atau bengkok. Sesuaikan kedalaman lubang tanam dengan panjang akar. Cara yang kedua denga cara diputar. Caranya dengan mengangkat bibit tomat dengan media di sekitarnya.

Untuk bibit dalam bedengan, cungkil bibit beserta media di sekitarnya dengan kedalaman 10 cm dengan menggunakan skop atau tangan. Setelah itu angkat dan pindahkan bibit beserta tanahnya ke dalam media tanam yang baru. Sedangkan untuk bibit yang disemai di polybag cukup dengan menyobek polybag semai kemudian pindahakan bibit beserta tanahnya ke dalam polybag yang lebih besar.

Cara Pemeliharaan dan Perawatan Budidaya Tomat
Budidaya Tomat dalam Polybag
Untuk memelihara tomat dalam pot atau polybag relatif lebih mudah. Kesehatan tanaman bisa lebih terkontrol karena akan terhindar dari penularan penyakit yang menyerang akar. Pemeliharaan bisa dilakukan dengan menyiram media tanam setiap 2 hari sekali hal ini untuk menjaga agar tanah tidak terlalu kering.

Tapi jangan terlalu basah juga supaya akar tanaman tidak mudah busuk. Siangi gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di dalam polybag secara teratur. Apabila Anda menemukan tanaman tomat yang layu atau mati segera cabut dan buang agar tidak menularkan penyakit ke tanaman lain.

Perawatan rutin lainnya adalah memangkas tunas dan pemberian tiang penyangga sebagai penompang tanaman. Berikan pupuk pada tanaman tomat setelah satu minggu dengan menggunakan kompos sebanyak 1 genggam ke dalam setiap polybag.

Lakukan penambahan pupuk kompos ke dalam polybag setiap bulan agar tanaman bisa tumbuh subur. Ketika tanaman tomat sudah mau berbuah Anda bisa menambahkan pupuk buah agar buah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Bila terlihat hama atau penyakit yang menyerang pada daun atau batang segera buang bagian yang terkena hama tersebut. Penyemprotan baiknya dilakukan apabila benar-benar perlu agar tomat yang Anda budidayakan menghasilkan buah yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Agar lebih aman usahakan untuk menggunakan pestisida yang alami.
Memanen Hasil dari Budidaya Tomat

Proses Panen Budidaya Tomat
Jika Anda membudidayakan tomat dalam polybag dengan rentang waktu 3 bulan biasanya sudah bisa dipanen. Tergantung dari varietasnya dan jenis tomat yang Anda tanam. Biasanya tomat yang sudah siap untuk dipanen apabila buah tomat berwarna kekuning-kuningan, petik buah yang sudah matang saja. Anda bisa melakukan pemetikan setiap 2-3 hari sekali karena biasanya buah tomat tidak matang secara serempak. Jangan terlalu rapat waktu memetiknya untuk menghindari kerusakan pada tanaman tomat. Waktu yang paling baik untuk memetik tomat adalah sore hari ketika sinar matahari sudah mulai redup.

Popular posts from this blog

Penghasil Rempah Dunia

Indonesia, Penghasil Rempah Dunia Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau memiliki rasa kuat yang digunakan dalam jumlah kecil pada makanan, berfungsi sebagai pengawet atau perisa dalam masakan. Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering.Rempah-rempah merupakan barang dagangan paling berharga pada zaman prakolonial. Banyak rempah dulunya digunakan dalam pengobatan.

Budidaya Kacang Tanah

Tips Wirausaha - Tanaman kacang tanah tergolong kerabat dekat polong-polongan (fabaceae ) dan tanaman ini berasal dari Negara Brazillia,Amerika Selatan, dan kacang tanah di Indonesia merupakan tanaman terpenting ke-dua (2) dalam jenis kacang-kacangan setelah kedelai.Tanaman kacang tanah mungkin tidak asing diteliga sahabat petani semua,jenis tanaman yang satu ini lebih poluler sebagai olah makanan. Kondisi iklim Indonesia yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman ini menjadikan tanaman mudah sekali beradaptasi, berdasarkan informasi pasar terkini  untuk harga kacang tanah kupas kering berkisar Rp.17.000-Rp.18.000 dan untuk kacang tanah basah berkulit Rp.8000.-Rp.9000,  hal ini menjadi prospek budidaya menjanjikan untuk memulai usaha budidaya kacang.

Membuat Penetas Telur (ayam,Itik,Bebek,Burung Puyuh)

Info Zafran - Bagi Anda yang ingin memulai menjalankan usaha ternak unggas seperti (Ayam, Bebek, Burung Puyuh dan Burung lainnya) dan menginginkan alat penetas telur dengan biaya yang murah, Anda bisa mencoba mengikuti tutorial kami tentang bagaimana cara membuat mesin penetas telur sederhana. Mesin yang akan kita buat ini mempunyai kapasitas daya tampung + 36 butir telur dan untuk membolak-balikkan telur harus dilakukan secara manual. Untuk cara kerjanyapun juga sederhana yaitu hanya membuat kondisi atau keadaan hangat layaknya telur yang sedang dierami induknya. Sebelum kita memulai membuat alat tetas telur sederhana, siapkan terlebih dahulu alat-alat dan bahan-bahannya seperti :